Nasib Rupiah Tak Akan Terpuruk

Nasib Rupiah Tak Akan Terpuruk

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau juga The Federal Reserve (the Fed) memberi tanda kuat untuk menambah tingkat bunga referensi (Fed Fund Rate/FFR) pada Maret 2017.

Nasib Rupiah Tak Akan Terpuruk
Kebijakan besar ini dipercaya akan tidak membawa pergantian besar pada dunia, termasuk juga Indonesia.

Menteri Koordinator Bagian Perekonomian Darmin Nasution mengungkap, pelaku pasar telah menghadapi atau juga price in gagasan penyesuaian suku bunga referensi AS hingga efek yang diakibatkan akan tidak besar.

Ada efeknya, namun tak besar. Umpamanya, satu minggu lantas tenang lagi. Lalu janganlah dikira ini bakal ada pergantian besar.

Darmin melukiskan keadaan mata uang dolar AS selesai kenaikan suku bunga the Fed terlebih dulu tak terus-menerus mengerek kurs itu, termasuk juga melemahkan nilai tukar rupiah.

Buktinya cobalah saksikan dolar AS, tak selalu menguat sampai kini. Dolar AS menguat lantas lemah lagi. Seperti yang dikutip dariĀ http://kursdollar.co.id rupiah kita 13. 345-13. 350 per dolar AS.

Penyebabnya, dia menerangkan, fundamental ekonomi Indonesia begitu sehat. Perkembangan ekonomi di level 5 %, neraca perdagangan alami surplus, neraca pembayaran dan juga defisit transaksi jalan terbangun.

Itu lantaran fundamental kita relatif baik, perkembangan oke, neraca pembayaran oke. Maka dari itu kurs dollar kita tak melemah selalu.

Melemah namun lalu menguat lagi. Namun untuk periode panjang, janganlah dibicarakan saat ini, tak ada yang tahu.