Pengertian dan Jenis Laporan Keuangan Perusahaan

Pengertian dan Jenis Laporan Keuangan Perusahaan

Seperti definisi dari suatu istilah, laporan keuangan memiliki sejumlah pengertian bergantung pada ahli keuangan yang menggelutinya. Namun, beberapa pengertian tersebut tetap mendefinisikan laporan keuangan yang sama.

Secara umum, laporan keuangan merupakan informasi mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan pada jangka waktu tertentu dan digunakan sebagai alat ukur keberhasilan perusahaan yang bersangkutan. Menurut Mahmudi (2007), laporan keuangan perusahaan dapat didefinisikan sebagai kumpulan informasi bagi para pemilik modal sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan yang bersifat sosial, ekonomi dan politik; dengan begini, keputusan yang diambil bisa lebih baik dalam kualitas.

Sementara itu, pada definisi yang lain, laporan keuangan adalah risalah dari proses pencatatan keuangan yang merupakan ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi dalam satu periode pencatatan tersebut. Laporan keuangan ini selanjutnya akan berperan sebagai pertanggung jawaban dari tugas yang dibebankan oleh para pelaku usaha (Baridwan, 1997).

Jenis laporan keuangan

  • Laporan arus kas

    Laporan arus kas merupakan jenis laporan yang paling sederhana, baik dalam pembuatannya maupun dalam penggunaannya. Arus kas menggambarkan arus keuangan yang masuk dan arus keuangan yang keluar. Saldo kas terakhir dalam akhir periode dipengaruhi oleh jenis laporan ini. Arus kas masuk yang dimaksud meliputi pendapatan dari hasil penjualan atau peminjaman modal dari bank. Sementara itu, arus kas keluar adalah beban yang sudah dibayarkan oleh perusahaan.

  • Laporan laba rugi

    Seperti namanya, laporan laba rugi ini menunjukkan apakah perusahaan memperoleh laba atau menderita rugi. Laporan ini menyajikan informasi mendetail mengenai perolehan laba jika perusahaan mendapat keuntungan dan sebaliknya pada suatu periode.

  • Laporan Neraca

    Laporan ini merupakan ikhtisar keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan. Kondisi yang dimaksud disini meliputi modal, harta dan utang.

  • Laporan perubahan modal

    Laporan perubahan modal bermaksud untuk mengetahui kondisi modal perusahaan. Modal perusahaan dapat bertambah atau berkurang dalam satu periode dibandingkan dengan periode sebelumnya.

  • Analisa laporan keuangan

    Laporan yang satu ini merupakan catatan dari laporan keuangan yang dibuat dibandingkan dengan laporan keuangan yang lain. Analisa ini memberikan rincian khusus mengenai laporan keuangan yang ada. Sehingga, para pembaca dapat lebih memahami kondisi keuangan pada periode tersebut.

Tujuan laporan keuangan

Berdasarkan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, laporan keuangan bertujuan untuk menyajikan informasi finansial mengenai kondisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan dalam satu periode yang bermanfaat bagi para pengguna laporan untuk membuat keputusan ekonomi dan digunakan sebagai pertanggung jawaban atas pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepada manajemen. Maka dari itu, laporan keuangan menyediakan informasi mengenai kondisi keuangan berupa asset, kewajiban, modal/ekuitas, pendapatan dan beban (keuntungan dan kerugian) dan arus kas. Untuk memudahkan dalam membuat laporan, sebaiknya menggunakan aplikasi pembukuan untuk akuntansi untuk mencegah terjadinya kesalahan ketika memproses data.

Pengertian dan Jenis Laporan Keuangan Perusahaan
Pengertian dan Jenis Laporan Keuangan Perusahaan (Sleekr Accounting)

Tujuan khusus laporan keuangan adalah untuk menyediakan data mengenai posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam keuangan secara wajar dan sesuai dengan prinsip keuangan pada umumnya.

Tujuan umum laporan keuangan meliputi

  • Memberi informasi mengenai kekuatan ekonomi dan kewajiban usaha untuk menganalisa keuntungan dan kerugian.
  • Memberi informasi mengenai perubahan sumber daya dari kegiatan usaha selama satu periode.
  • Memberi informasi mengenai potensi keuangan yang dimiliki perusahaan.
  • Memberi informasi mengenai kondisi keuangan yang mempengaruhi kekuatan ekonomi dan kewajiban perusahaan,
  • Menyediakan informasi yang berkaitan dengan kebutuhan pengguna laporan.

Laporan keuangan memiliki sejumlah tujuan kualitatif. Yang pertama, laporan keuangan harus memiliki relevansi; hal ini berarti bahwa data-data yang disajikan didalamnya haris berkaitan dan bermanfaat bagi perjalanan perusahaan. Yang kedua, laporan keuangan harus dapat dimengerti; setiap informasi yang disajikan harus jelas dan dapat dipahami. Selanjutnya, laporan keuangan juga harus dapat diverifikasi; laporan keuangan harus berdasarkan pada kenyataan yang ada.

Laporan keuangan juga harus netral; tidak ditujukan untuk keuntungan pihak-pihak tertentu. Laporan juga harus disajikan tepat waktu agar tidak ada penundaan dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan harus memiliki daya banding. Yang terakhir, laporan keuangan harus menyajikan informasi yang lengkap dan memenuhi semua kebutuhan yang diinginkan.