Lestarikan Budaya Kita, Kenalkan Sejarah dan Peninggalan Kerjaan Hindu DIY kepada Generasi Muda

Indonesia memang kaya sekali akan kebudayaan yang beraneka ragam. Peninggalan sejarah pada zaman kerajaan juga menjadi asset kekayaan negara kita dan menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya sebuah negara saja, tetapi tempat di mana berkumpulnya orang-orang yang dengan mudahnya bisa menjadi saudara dan bersatu membentuk kesatuan yang berbudaya. Oleh karena itu, untuk memperkuat persatuan tersebut, mulailah untuk melestarikan peninggalan bersejarah di Indonesia dengan memperkenalkannya dengan generasi muda, karena merekalah yang akan menjaga keutuhan beragam peninggalan tersebut.

Salah contoh satu bentuk apresiasi kita cinta dengan budaya dan memperhatikan peninggalan sejarah adalah berwisata mengunjungi salah satu peninggalan kerajaan Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Candi Prambanan.Sebagai candi terbesar ke dua setelah Borobudur dan peninggalan dari ummat Hindu yang dulu pernah menyebar luas di Nusantara, maka kita harus mengenal dan mengetahui tentang candi ini dengan menyediakan waktu untuk berwisata ke tempat tersebut.Jadi tidak hanya tempat modern saja yang kita kunjungi seperti mall atau tempat karaokean bahkan bioskop, tetapi peninggalan nenek moyang kita juga harus dilestarikan.

Candi Prambanana ini terletak sejauh 17 km dari pusat kota Yogyakarta. Sehingga tidak terlalu jauh untuk menempuh perjalanan tersebut.Bagi Anda yang memiliki kendaraan pribadi bisa dengan mudah untuk menuju bagian timur Yogyakarta, sehingga sampai diperbatasan DIY dan Jateng, maka Anda sudah sampai di Candi Prambanan. Lalu, untuk Anda, wisatwan yang memang tidak memiliki kendaraan pribadi dan ingin sekali mengunjungi Candi Prambanan, maka bisa langsung datang ke Rental Mobil Jogjauntuk mendapatkan penawaran jasa sewa kendaraan wisata murah meriah saat hendak ke Candi Prambanan.

Suasana di Candi ini memang masih sangat kental sekali dengan buadaya HIndunya.Ukiran arca yang masih bagus dengan nilai seni yang begitu tinggi, menjadi perhatian banyak wisatawan mancanegara untuk menikmati seni yang sudah dibuat oleh nenek moyang kita. Lalu di tempat ini ada tiga candi utama dengan besar yang hampir sama. Jika Anda tahu, candi ini menyimpan sejarah yang begitu banyak bahkan sering digunakan untuk cerita anak-anak. Ya, tidak lain adalah cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Cerita ini mengisahkan seorang pangeran yang jatuh cinta kepada seorang putri, namun cintanya ditolak oleh putri Roro Jonggrang. Sehingga untuk menjaga perasaan sang pangeran agar tidak sakit hati karena menolak cintanya, maka Roro Jonggrang membuat sebuah tantangan untuk Pangeran Bandung Bondowoso yaitu membuat 1000 candi dalam waktu satu malam. Dalam cerita, pangeran menyanggupi dengan syarat, apabila dalam satu malam bisa selesai, maka putri Roro Jonggrang bisa dinikahi. Karena pada awalnya memang sudah tidak suka, Roro Jonggrang mencari berbagai cara untuk menggagalkan Bandung Bondowoso.

Di sisi lain, Bandung Bondowoso sedang mengumpulkan kesaktiannya dengan memanggil para jin, namun pada akhirnya dapat digagalkan dengan Roro Jonggrang mengajak para perempuan untuk mengetukan tumbukan beras yang artinya sudah pagi hingga ayam pun berkokok. Usaha Bandung Bondowoso gagal, hingga akhirnya marah dan semua candi di hancurkan, sehingga saat ini di utara Candi Prambanan terdapat banyak candi yang belum jadi, sehingga di kenal dengan candi sewu atau candi bubrah.

Dari point ini, maka tidak ada salahnya jika kita mengenalkan sejarah tersebut ketika berkunjung di Yogyakarta, khususnya saat berada di Candi Prambanan.Semoga ulasan ini bisa menjadi inspirasi Anda dan bisa dikenalkan dengan anak-anak zaman sekarang untuk lebih cinta dengan tanah airnya. Kelilingi Jogja dengan mengunjungi semua yang anda inginkan. Pastikan dengan menggunakan jasa rental mobil Jogja yang kami miliki.