Beberapa Tips Wisata Murah Toraja

Backpacker ke Tana Toraja menjadi suatu yang menarik untuk Anda lakukan ketika memiliki budget yang minim. Jika Anda seorang backpacker atau penggemar jalan-jalan murah yang berencana ke Tana Toraja, berikut beberapa tips wisata murah Toraja untuk Anda:

1. Gunakan bis Damri dengan tarif sekitar Rp 27.000;- yang disediakan di Bandara Sultan Hasanuddin untuk menuju Terminal Daya yang merupakan terminal bis menuju Toraja. Jangan lupa untuk memberitahukan pak supir agar menurunkan Anda di dekat terminal karena bis tidak masuk ke dalam terminal. Selanjutnya Anda bisa menggunakan ojek ke Terminal Daya dengan tarif Rp 10.000– 15.000;-
2. Jika Anda berpergian di bulan Desember, sebaiknya memesan tiket bis jauh hari sebelumnya, karena di bulan Desember banyak upacara adat dan festival budaya di Toraja. Tarif bis dengan perjalanan kurang lebih 8 jam berkisar antara Rp 100.000;- hingga Rp 160.000;-
3. Di Rantepao yang merupakan pusat akomodasi dan pariwisata Toraja, terdapat wisma yang bisa dijadikan alternatif penginapan murah dengan tarif mulai dari Rp 75.000;-. Sebaiknya anda melakukan pemesanan kamar terlebih dahulu.
4. Meskipun ada taxi dan persewaan mobil, namun untuk jalan-jalan keliling Toraja dengan murah sambil mengakrabkan diri dengan warga dan alam Toraja, anda bisa menyewa motor. Tanyakan pada pengurus wisma atau hotel dimana anda bisa menyewanya.
5. Jangan lupa untuk mempersiapkan tas tambahan untuk belanja oleh-oleh khas Toraja di pusat pertokoan di Rantepao. Anda bisa membeli gantungan kunci seharga Rp 5.000;-, makanan ringan, hingga ukiran Toraja.

Dengan beberapa tips wisata murah Toraja di atas, Anda bisa mempersiapkan anggaran perjalanan dan belanja. Jika ingin lebih ekonomis lagi, Anda bisa mengajak beberapa teman yang gemar jalan-jalan hemat www.ExploreToraja.com.

Sepulangnya dari perjalanan ini, Anda bisa menuliskan pengalaman dan menambah tips wisata murah Toraja di atas di akun sosial media anda, atau membuat blog dengan menambahkan foto-foto selama perjalanan. Kadang kita tidak sadar bahwa dengan berbagi pengalaman perjalanan yang kita alami, secara tidak langsung kita turut menggalakan pariwisata budaya Indonesia.